Maria Ratu Damai

Maria Ratu Damai

Sabtu, 13 Juli 2019

KEGIATAN LINGKUNGAN, KATEGORIAL dan LAIN – LAIN

LEGIO MARIA : Setiap Minggu pk. 10.00 di ruang OMK.
KTM: Setiap Hari Rabu pk. 19:15 di GSG.
BIA: Setiap Minggu pk. 08:30 kecuali Minggu ke-3.
KORONKA: Setiap Jumat pk. 14:30.
PARAGIRI: Setiap hari Rabu pk. 19:30 di GSG.
PDPKK St.Theresia: Senin, 15/7 pk. 19:00 di GSG Lt 2 “Mau Mengikuti Aku?“ : Sebastianus Alatas
URSULA
►Latihan koor Kamis pk. 19.30 di rmh bpk. Paulus / Yutty
►Ibdt arwah 9th Ibu Maria Gadis : Selasa, 16/7 pk. 19.00
     di rm bpk. Benny (Dyah) Garuntang
MARIA ►Lat Koor : Selasa ,di rm Ibu Yanita, Empek2 19
Ibdt Lingk. : Minggu, 14/7 pk. 19:30 di rm Ibu. Yuli Montana   
     samping Els Coffe
KRISTOFORUS
►Latihan koor Selasa, 16/7 pk. 19.30 di rm Ibu Wandi
BUNDA
Ibdt Lingk. : Minggu, 14/7 pk. 19.30 di rm bpk. Sukarno
►Latihan koor Selasa, 16/7 pk. 19.30
YOHANESLatihan koor : Selasa di Gereja
Ibdt arwah bp. Chandra Hermanto:
    Jumat, 19/7 pk. 19.30 di rm. Kel. Ibu Maria Bun Merry
    Perum Puri Perwata Block K No 01 
PAULUS ►Lat Koor Jumat, pk. 19:30 di rm Shane
                  Sihombing. Versaille A3-32
ANDREAS ►Lat Koor : Jum’at di gereja
AGUSTINUS
 ►Ibdt: Sabtu, 13/7 pk. 19:30 di rm Bp. Subiyantoro
 ►Ibdt: Sabtu, 20/7 pk. 19:30 di rm Ibu. Sulis
PETRUS ►Latihan koor : Kamis di gereja
YOSEF ► Ibdt lingk. : Sabtu, 13/7 pk. 19.30 di rm bpk. Daryanto / Lina

Misa dan Bacaan Liturgi Pekan Ini


Senin, 15 Juli       Ratu Damai     18:00        Kel. 1:8-14,22; Mzm. 124:1-3,4-6,7-  8; Mat. 10:34- 11:1
Selasa, 16 Juli      Kapel               05:30        Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24
Rabu, 17 Juli       Kapel                05:30        Kel. 3:1-6,9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27
Kamis, 18 Juli    Ratu Damai      18:00        Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30
Jumat, 19 Juli      Kapel                 05:30       Kel. 11:10-12:14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; Mat. 12:1-8
Sabtu, 20 Juli      Ratu Damai       18:00        Kej. 18:1-10a; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Kol. 1:24-28; Luk. 10:38-42
Minggu, 21 Juli   Ratu Damai      08:30       
                                                      17:00       

Pesta Pelindung Paroki Ratu Damai Dengan Babe

Sekitar lima ratusan warga sekitar Gereja Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung banjiri "Bazar Babe" di pelataran gereja setempat, Minggu, 19 Mei 2019. Foto : Romo Roy
Dalam rangka Pesta Pelindung Paroki Sie. Sosial mendayagunakan barang barang bekas (BABE) berupa : alat – alat elektronik, jam tangan, sepatu, tas, jaket, perabotan rumah tangga, mainan anak–anak, sepeda, dan buku cerita. Barang tersebut akan dicek kelayakannya dan dikemas ulang agar lebih menarik dan bisa dijual dengan harga sangat terjangkau. Hasil penjualan digunakan untuk pembangunan Rumah Retret Keuskupan di Pinang Jaya. 

Info dan Kontak person : Tienny : 0811791883, Herry: 085269238333, Ina: 08157903965.

PENDAFTARAN MISDINAR

Romo Apol bersama misdinar.
Dibuka pendaftaran anggota misdinar baru.  

Syaratnya: Sudah menerima Komuni Pertama dan warga

Paroki Ratu Damai, Teluk Betung. 

Informasi & Pendaftaran. Di depan gereja.

Kehadiran Allah Dalam Sesama

Romo Apol pada kegaitan “Seminar Hidup Baru Dalam Roh” belum lama ini di Ngison Nando, Kalianda, Lampung Selatan. 
Banyak orang datang silih berganti dalam hari-hari hidup kita. Ada yang membawa kegembiraan, keceriaan, kedamaian. Ada pula yang membawa kesedihan, kekecewaan, kemarahan. Namun, banyak yang hanya numpang lewat. Siapakah di antara mereka yang menjadi sesama kita? Atau, sudahkah kita menjadi sesama bagi mereka?

Ketika sedang menghadapi masalah yang berat, tiba-tiba seorang teman lama menelpon dan menanyakan kabar kita. Dia datang membawa penyelesaian bagi masalah yang dihadapi. Ketika sedih, seseorang yang tidak dikenal mendekati dan menunjukkan empati serta memberikan hiburan. Atau, ketika kita didorong untuk memberikan sepotong roti kepada seseorang yang duduk di bangku di pinggir jalan, ternyata dia sudah tiga hari tidak makan. Masih banyak lagi peristiwa yang kita alami yang menunjukkan kasih Allah yang bekerja dalam hidup kita.

Allah yang Maharahim dan penuh belaskasih, mau menyatakan kehadiran-Nya di dunia ini. Dia selalu mau menyapa siapa saja yang hatinya terbuka untuk menerima kasih-Nya. Allah rindu untuk memakai setiap orang menjadi saluran kasih dan kerahiman-Nya. Ia ingin agar kita menjadi sesama bagi orang yang kita jumpai. Allah memanggil kita untuk menampakkan belaskasih dan kerahiman-Nya di dunia ini.

Adakah tempat di hati Anda untuk belaskasih dan kerahiman Tuhan? Bila ada, bukalah hati Anda dan biarkanlah Tuhan membuat dirimu menjadi sesama bagi orang lain.***(Frater-Frater Seminari Tinggi St. Petrus – Lentera Batin).

Keluarga dan Lingkungan

Romo Apol. (Foto : dr. Djoni)
Oleh : RD. Apolonius Basuki

Saya pernah mendengarkan cerita seorang ketua lingkungan yang merasa bahagia karena semenjak lingkungannya dimekarkan menjadi 2 lingkungan oleh romo parokinya, umatnya banyak yang aktif dan mau mengambil bagian dalam kehidupan lingkungan dan paroki. Dahulu ketika masih 1 lingkungan dengan jumlah 100 Kepala keluarga, banyak umat yang pasif, tidak terlibat di lingkungan, bahkan ketika rumahnya menjadi tempat doa lingkungan, mereka tidak mau dengan alasan malu karena rumahnya kecil.

Ketua lingkungan tersebut sungguh menjadi gembala bagi lingkungannya dan bersama romo parokinya berencana 3 tahun lagi akan memekarkan lingkungannya menjadi 2 lingkungan agar lingkungannya terdiri dari 25 Kepala keluarga sehingga semakin banyak lagi umat yang berpartisipasi aktif dalam kehidupan lingkungan dan paroki. Beberapa kesulitan tentu sudah di depan mata. Misalnya, siapa yang mau menjadi ketua lingkungan, bendahara, sekretaris, dan seksi - seksi serta batas – batas geografinya.

Paroki teritorial berdasarkan pada wilayah geografi baik gerejani ataupun sipil.Dalam paroki pada umumnya adastasi, dalam stasi adalingkungan. Dan lingkungan terdiri dari beberapa kepala keluarga. Kepala Keluarga bersama anggotanya membentuk lingkungan, yang anggota – anggotanya saling penuh kasih persuadaraan, mendukung, dan menguatkan dalam kebersamaan sebagai orang beriman dan sesama manusia.

Lingkungan yang ideal menurut saya terdiri dari 15 – 30 Kepala keluarga. Meskipun sedikit tetapi anggota – nggotanya aktif dan kreatif untuk memajukan lingkungannya. Kalau ada lingkungan yang terdiri dari lebih 100 kepala keluargaakan mengalami kesulitan kalau ada doa atau kegiatan lingkungan yang diadakan dari rumah ke rumah.Misalnya, ada anggota lingkungan yang rumahnya tidak bisa menampung jumlah semua anggota lingkungannya.

Lingkungan yang banyak kepala keluarga kadang sulit dimekarkan menjadi lingkungan baru dengan berbagai alasan. Misalnya sudah terlanjur akrab, tetapi menurut saya akar persoalannya adalah adanya orang yang ingin bercokol menjadi ketua lingkungan seumur hidup dan umatnya sendirisangat malas dan pasif, tidak mau belajar, bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Sebenarnya dimana ada kemauan, di situ ada jalan.

Ketua Lingkungan mestinya mau diganti tidak menjabat 3 periode berturut – turut, seperti seorang ayah atau ibu dalam keluarga yang baik akan bangga kalau anak – anaknya berprestasi, bertanggung jawab, mandiri, dan dewasa. Begitu pun ketua lingkungan kalau ada anggota jemaatnya yang menggantikannya dan berprestasi ikut bangga dan berbahagia, tidak merasa terancamdan minder. Kita diajak untuk membuka diri untuk pertumbuhan dan kebaikan bersama. Jangan menjadi manusia yang tertutup dan nyaman dalam kemapanan.

Keluarga katolik dipanggil untuk hidup mengereja, salah satunya terlibat aktif dalam kehidupan lingkungan, baik lingkungan Gereja atau pun masyarakat. Keluarga dan Lingkungan bagaikan dua sisi mata uang. Tidak ada lingkungan tanpa keluarga, tidak ada keluarga tanpa lingkungan.Kalau setiap lingkungan terdiri dari keluarga yang baik, aktif, dan rukun maka hal tersebut berdampak pada lingkungan Gereja dan masyarakat.***

Senin, 18 Februari 2019

Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung dan Yayasan Insan Damai Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Bakti sosial berupa donor darah di Gereja Paroki Maria Ratu Damai Bandar Lampung di halaman parkir GSG setempat, 

RATUDAMAI.BLOGSPOT.com – Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung dan Yayasan Insan Damai adakan bakti sosial berupa donor darah. Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Santa Anna Bandar Lampung turut digandeng pada aksi kemanusian tersebut.

Bakti sosial berupa donor darah ini berlangsung di dua tempat sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yakni : di Gereja Maria Ratu Damai Teluk Betung dan Gereja Santo Petrus Panjang. Bakti sosial masing-masing diadakan di halaman gereja setempat.

“Kita ada adakan dua tempat sekaligus karena waktu startnya terlambat di Teluk dan di Panjang,” jelas Ketua Yayasan Insan Damai, Adreanus Budi Jaya di Bandar Lampung, Senin, 18 Februari 2019, seperti dikutip dari suarawajarfm.com.

Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki turut mendonorkan darahnya pada bakti sosial tersebut.
Menurut Budi Jaya, dari dua kegiatan donor darah di dua tempat tersebut berhasil terkumpul 261 kantong darah. “Peminat yang daftar di Teluk 190-an yang berhasil diambil 159 kantong. Kemudian untuk peminat yang daftar di Panjang 200-an yang berhasil diambil 102 kantong,” jelasnya.

Ketua Yayasan Insan Damai mengatakan dengan diadakan kegiatan donor darah, diharap mampu menggugah masyarakat, khususnya umat Katolik di Paroki Maria Ratu Damai untuk selalu berbagi.

“Agar lingkungan kita semakin menyadari bahwa donor darah itu banyak berguna bagi kita dan orang lain. Selain itu, agar di lingkungan kita khususnya daerah Stasi Teluk dan Panjang mudah mendapatkan permintaan darah jika membutuhkan,” pungkasnya.

Budi Jaya menginformasikan bagi umat Katolik khususnya yang berdomisili di Paroki Maria Ratu Damai jika membutuhkan darah bisa dengan gratis mendapatkan di PMI dengan mengatasnamakan Yayasan Insan Damai.

“Yayasan sudah terdaftar di PMI sebagai penyelenggara donor darah di awal tahun 2018. Jadi jika ada yang membutuhkan darah di lingkungan kita dengan mengatasnamakan yayasan (Insan Damai) akan bebas biaya,” tutup Budi Jaya.

Nampak terlihat, tidak hanya umat Katolik yang berpartisipasi pada bakti sosial ini, terlihat juga banyak masyakat umum turut mendonorkan darahnya di Panjang, Bandar Lampung.
Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki mengatakan kegiatan donor darah adalah kegiatan sosial kemanusian yang juga sebagai ungkapan iman.

“Kita tahu darah adalah bagian sangat penting bagi kehidupan manusia. Harapan saya semoga kerjasama tersebut bisa terus dilanjutkan dan semakin banyak orang terlibat,” kata Romo Apol singkat saat dihubungi terpisah di Bandar Lampung, Senin, 18 Februari 2019.

Asal tahu saja, tidak hanya umat Katolik yang berpartisipasi pada bakti sosial ini, terlihat juga banyak masyakat umum turut mendonorkan darahnya.

Nampak turut mendonorkan darahnya, presenter TvOne, Brigita Manohara yang juga calon anggota DPR RI daerah pemilihan Lampung 1 dari PDI Perjuangan.***

Editor : Robert