Maria Ratu Damai

Maria Ratu Damai

Sabtu, 10 Mei 2014

Hari doa panggilan sedunia ke-51

PESAN PAUS FRANSISKUS
PADA HARI DOA SEDUNIA UNTUK PANGGILAN
KE-51 
11 Mei 2014 – Hari Minggu Paskah IV
 Tema: Panggilan, Saksi Terhadap Kebenaran


Saudara-saudari yang terkasih,
1.         Injil mengatakan bahwa “Yesus berkeliling ke semua kota dan desa….. Ketika melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’" (Mat.9:35-38). Sabda Yesus tersebut mengejutkan kita, karena kita semua tahu bahwa biasanya hal terpenting pertama-tama membajak, menebarkan benih dan menanam; kemudian ketika tiba saatnya menuai panenan yang berlimpah-ruah. Namun sebaliknya Yesus langsung berkata bahwa “tuaian memang banyak”. Siapa yang telah melakukan proses itu semua? Hanya ada satu jawabannya, yaitu Allah. Sangat jelas sekali bahwa ladang yang Yesus maksudkan adalah manusia, yaitu kita semua. Dan tindakan yang tepat-guna sehingga menghasilkan “buah berlimpah” adalah rahmat Allah sendiri, yaitu persatuan dengan Allah (bdk. Yoh. 15:5). Oleh karena itu doa yang Yesus minta dari pihak Gereja adalah perhatian terhadap kebutuhan akan pertambahan jumlah orang yang melayani Kerajaan-Nya. Santo Paulus, salah seorang dari “pelayan-pelayan Allah”, tak kenal lelah membatikan dirinya bagi penyebaran Injil dan kelahiran Gereja. Dia adalah seorang Rasul, yang sadar sebagai seorang yang memiliki pengalaman akan misteri Allah yang menyelamatkan dan bagaimana rahmat Allah adalah sumber dari setiap panggilan, sembari mengingatkan umat kristiani di Korintus: “Kamu adalah ladang Allah” (1 Kor.3:9). Itulah sebabnya pertama-tama muncul rasa kagum dari dalam hati kita atas tuaian yang berlimpah yang hanya dapat dianugerahkan sendiri oleh Allah; kemudian rasa syukur atas kasih yang selalu mendahului kita; dan akhirnya sembah bakti atas karya yang telah Dia sempurnakan, yang menuntut persetujuan kita dalam melaksanakannya bersama Dia dan demi Dia.
2.        Sering kali kita berdoa dengan kata-kata seperti Pemazmur: “Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.” (Mzm.100:3); atau “TUHAN telah memilih Yakub bagi-Nya, Israel menjadi milik kesayangan-Nya.” (Mzm. 135:4). Kita adalah milik “kepunyaan” Allah bukan dalam arti kita sebagai budak-Nya, melainkan mengacu pada makna suatu ikatan yang kuat, yang menyatukan kita dengan Allah dan dengan sesama satu sama lainnya, sesuai dengan perjanjian kekal, karena “untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mzm.136). Dalam konteks panggilan Nabi Yeremia, misalnya, Allah mengingatkan kita bahwa Dia terus-menerus memperhatikan kita masing-masing, agar firman-Nya terlaksana di dalam diri kita. Gambaran ini diumpamakan seperti sebatang dahan pohon badam yang mengeluarkan bunga paling awal, yang mengungkapkan kelahiran kembali kehidupan pada musim Semi (bdk. Yer. 1:11-12). Segala sesuatu berasal dari Allah dan merupakan rahmat: dunia, kehidupan, kematian, masa kini, dan masa yang akan datang, tetapi – sebagaimana dijanjikan oleh Rasul (Paulus) – “kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah” (1 Kor. 3:23). Karena itu, model kepemilikan Allah dijelaskan demikian: menjadi milik Allah itu timbul dari suatu relasi yang unik dan personal dengan Yesus, berkat Sakramen Baptis yang kita terima dulu, menjadikan kita dilahirkan kembali dalam kehidupan yang baru. Oleh karena itu, Kristus sendirilah yang terus menerus memanggil kita melalui Firman-Nya untuk menaruh iman kita kepada-Nya, mengasihi-Nya “dengan segenap hati, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan kita” (Mrk.12:33). Maka, setiap panggilan, meskipun melalui berbagai jalan, selalu menuntut suatu exodus (keluar dari) diri sendiri agar dapat memusatkan hidup seseorang hanya kepada Kristus dan kepada Injil-Nya. Baik dalam kehidupan berkeluarga maupun dalam hidup religius, demikian juga dalam kehidupan imamat, kita harus melampaui cara berfikir dan cara bertindak yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini merupakan suatu “exodus yang menghantar kita pada suatu perjalanan sembah-bakti kepada Tuhan dan pelayanan kepada-Nya dalam diri saudara-saudari kita” (Kata Sambutan kepada Persatuan Internasional Para Superior Jendral, 8 Mei 2013). Karena itu, kita semua dipanggil untuk sembah-bakti kepada Yesus dalam hati kita (1 Pet. 3:15) agar dapat membiarkan diri kita disentuh oleh denyut rahmat yang terkandung dalam benih Sabda, yang harus tumbuh dalam diri kita dan diubah menjadi suatu pelayanan konkrit kepada sesama kita. Kita tidak perlu takut: Allah mengawal karya tangan-Nya dengan kasih dan kuasa-Nya dalam setiap tahap kehidupan kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita! Dia menyelesaikan rencana-Nya bagi kita di dalam hati, dan karena itu Dia berharap menerimannya dengan persetujuan dan kerjasama kita.
3.        Dewasa ini juga, Yesus tinggal dan setiap hari menyusuri lorong-lorong kehidupan kita, agar Dia dapat menjumpai setiap orang, mulai dari yang paling kecil-hina dan menyembuhkan kita dari setiap kelemahan dan penyakit. Saya memberi perhatian kepada orang-orang yang telah menyediakan diri dengan sebaik-baiknya untuk mendengar suara Kristus yang diperdengarkan di dalam Gereja dan memahami panggilan mereka masing-masing. Saya mengajak Anda untuk mendengarkan dan mengikuti Yesus serta membiarkan diri Anda diubah dari dalam (secara rohani) oleh firman-Nya, yang adalah “roh dan kehidupan” (Yoh.6:62). Maria, ibu Yesus dan bunda kita, juga memberi pesan kepada kita: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.!” (Yoh. 2:5). Hal ini akan membantu Anda untuk mengambil bagian dalam suatu peziarahan bersama yang memungkinkan Anda untuk menghasilkan energi-energi yang paling baik di dalam diri Anda dan sekitar Anda. Panggilan adalah buah yang masak/matang berkat pengolahan ladang (diri manusia-red) secara baik, yaitu saling mengasihi yang kemudian menjadi saling melayani, dalam perspektif suatu kehidupan gerejani yang otentik. Tidak mungkin panggilan itu muncul sendiri atau ada bagi dirinya sendiri. Panggilan itu mengalir dari hati Allah dan tumbuh-kembang di tanah yang baik dari umat beriman, yaitu di dalam pengalaman kasih persaudaraan. Bukankah Yesus pernah bersabda: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh.13:35)?
4.        Saudara-saudariku yang terkasih, “standar tinggi kehidupan kristiani” ini (bdk. Yohanes Paulus II, Surat Apostolik Novo Millennio Ineunte, 31), kadang-kadang akan berbenturan dengan gelombang kehidupan dan karena itu menghadapi aneka batu sandungan, baik di luar maupun di dalam diri kita. Yesus sendiri telah mengingatkan kita: benih yang baik dari firman Allah sering kali dirampas oleh si Jahat, terhalang oleh goncangan dan himpitan aneka persoalan dan godaan duniawi (bdk. Mat. 13:19-22). Semua kesulitan tersebut dapat melemahkan kita, membuat kita mundur ke belakang di jalan-jalan yang sepintas nampaknya menyenangkan. Namun demikian, kegembiraan sejati dari mereka yang dipanggil terdiri dari iman dan pengalaman bersama dengan Dia yang adalah Tuhan, Dia yang adalah setia, dan bersama Dia, kita dimampukan untuk  melangkah maju, menjadi murid-murid dan saksi-saksi kasih Allah, yang membuka hati untuk hal-hal yang besar dan luar biasa. “Kita orang-orang Kristen bukan dipilih oleh Tuhan untuk hal-hal kecil; doronglah terus menuju prinsip-prinsip yang paling tinggi-luhur. Pancangkan hidupmu pada cita-cita yang mulia!” (Khotbah Misa Kudus dan Pelayanan Sakramen Penguatan, 28 April 2013). Saya minta Anda, para Uskup, para imam, kaum religius dan jemaat-jemaat serta keluarga-keluarga Kristiani untuk merancang pastoral panggilan, dengan arahan sebagai berikut: mendampingi kaum muda di jalan-jalan kekudusan yang, karena jalan-jalan tersebut bersifat personal, “dipanggil untuk suatu pelatihan yang tulus-murni dalam kekudusan’ sehingga memampukan mereka menyelaraskan diri dengan kebutuhan setiap orang. Pelatihan ini harus memadukan sumber-sumber yang diberikan kepada setiap orang baik oleh pribadi-pribadi yang berpandangan tradisional dan kelompok pendukungnya, maupun bentuk-bentuk dukungan model terbaru oleh asosiasi-asosiasi dan gerakan-gerakan tertentu yang sudah dikenal oleh Gereja” (Novo Millenio Ineunte, 31).
Karena itu, marilah kita bangun hati kita menjadi “tanah yang subur”, dengan cara mendengarkan, menerima dan menghayati Sabda, dan karenanya dapat menghasilkan buah-buahnya. Semakin kita bersatu dengan Yesus melalui doa, Kitab Suci, Ekaristi, Sakramen-sakramen yang kita rayakan dan kita hayati dalam Gereja dan dalam persaudaraan, maka akan semakin tumbuh dalam diri kita suatu sukacita kerja-sama dengan Allah dalam pelayanan bagi Kerajaan-Nya, yaitu Kerajaan kasih dan kebenaran, Kerajaan Keadilan dan Perdamaian. Dan tuaian akan berlimpah ruah, sepadan dengan rahmat yang telah kita terima dalam hidup kita secara lembut. Dengan harapan ini, sambil memohon Anda untuk mendoakan saya, dengan hati tulus saya menganugerahkan segenap Berkat Apostolik saya.

Dari Vatikan, 15 Januari 2014
PAUS FRANSISKUS

(diambil dari KKI Karya Kepausan Indonesia)

Jumat, 08 Juli 2011

Sabtu, 09 Juli 2011
Hari Biasa Pekan XIV

"Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" (Mzm 105:4)

Doa Renungan

Allah Bapa, kebenaran-Mu tak tersangkal dan tak dapat ditutupi. Bantulah aku hari ini untuk menemukan kebenaran-Mu dan mengakuinya di hadapan dunia. Jadikanlah aku saksi-Mu yang setia. Berilah kekuatan untuk menyangkal diriku dan dunia serta mengakui kebenaran-Mu di hadapan sesama. Amin.

Pembacaan dari Kitab Kejadian (49:29-32; 50:15-26a)
"Allah akan memperhatikan kalian, dan membawa kalian keluar dari negeri ini."

Waktu akan meninggal Yakub berpesan kepada anak-anaknya, "Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua di ladang Efron, orang Het itu, dalam gua di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, yaitu ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik keluarga. Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situ pula dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya, dan di situlah juga kukuburkan Lea. Ladang dengan gua di sana telah dibeli dari orang Het." Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka, "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalas kita sepenuhnya, atas segala kejahatan yang telah kita lakukan terhadapnya." Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf, "Sebelum ayahmu meninggal, ia telah berpesan, 'Beginilah hendaknya kalian katakan kepada Yusuf. Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu'." Ketika permintaan disampaikan kepadanya, menangislah Yusuf. Saudara-saudara Yusuf pun datang sendiri-sendiri dan sujud di depannya serta berkata, "Kami datang untuk menjadi budakmu." Tetapi Yusuf berkata, "Janganlah takut, sebab aku bukan pengganti Allah. Memang kalian telah membuat rencana yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mengubahnya menjadi kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Maka janganlah takut. Aku akan menanggung makanmu dan juga makanan anak-anakmu." Demikianlah Yusuf menghiburkan saudara-saudaranya dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Yusuf tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya. Ia hidup seratus sepuluh tahun. Jadi Yusuf sempat melihat anak cucu Efraim sampai keturunan yang ketiga; juga anak-anak Makhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf. Waktu akan meninggal, berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya, "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kalian dan membawa kalian keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub." Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya, "Tentu Allah akan memperhatikan kalian. Pada waktu itu kalian harus membawa tulang-tulangku dari sini." Kemudian Yusuf meninggal dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7; Ul: 7a.8a))

1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bengsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah kalian, kalau dicacimaki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:24-33)

"Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan!"

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, "Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Yesus sebagai guru mengingatkan para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan penuh keberanian. ”Jangan takut terhadap mereka” (Mat. 10:26) mengindikasikan bahwa para murid tidak boleh takut terhadap roh kejahatan seperti yang ditegaskan dalam ayat sebelumnya, ”Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Mat. 10:1). Para murid diperintahkan untuk mengalahkan kuasa iblis, bukan untuk takut kepadanya. Para murid hanya boleh takut kepada Allah yang berkuasa atas mati dan hidupnya manusia. Yang dimaksud dengan takut kepada Allah adalah takwa dan taat pada kehendak-Nya, yang bertujuan demi kebaikan dan keselamatan manusia itu sendiri.

Allah yang menguasai kehidupan adalah Allah yang menghargai kehidupan manusia itu. Para murid dan setiap kita berharga di mata-Nya melebihi ciptaan lainnya. Karena itu, Allah tidak akan membiarkan manusia hancur di tangan iblis yang mau merusak hidup manusia. Allah bahkan akan menjaga sampai setiap helaian rambut manusia dan tidak akan dibiarkan hilang sehelai pun.

Ya Tuhan Allah, aku bersyukur karena Engkau menjadikan aku berharga di mata-Mu dan Engkau tidak akan membiarkan aku dikalahkan oleh roh kejahatan. Berkatilah aku selalu agar mampu mengalahkan roh kejahatan yang akan merusak kehidupanku. Amin.
Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 24 Juni 2011

Minggu, 26 Juni 2011
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. <---> Yohanes 6:56

Antifon Pembuka

Umat-Mu Kauberi makan sari gandum dan Kaupuaskan dengan madu kuat.

Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, dalam Sakramen Ekaristi yang luhur ini Engkau mewariskan kepada kami kenangan mulia akan wafat dan kebangkitan-Mu. Semoga kami selalu mengagungkan misteri kudus tubuh dan darah-Mu, sehingga pantas menikmati hasil penebusan-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan bertakhta bersama Bapa dalam persatuan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Ulangan (8:2-3.14b-16a)

"Tuhan memberi engkau makan manna yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu."

Di padang gurun seberang Sungai Yordan berkatalah Musa kepada umat Israel, “Ingatlah akan seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun itu. Maksud Tuhan ialah merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Tuhan merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Ingatlah selalu pada Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Dialah yang memimpin engkau melalui padang gurun yang luas dan dahsyat itu, dengan ular-ularnya yang ganas serta kalajengkingnya, dengan tanahnya yang gersang, yang tidak ada airnya. Dialah yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras. Dialah yang di padang gurun memberi engkau makan manna yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do=a, 2/2, PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah. Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
Ayat. (Mzm 147:12-13.14-15.19-20; Ul:12a)

1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi, dengan segera firman-Nya berlari.
3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (10:16-17)
"Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh."

Saudara-saudaraku terkasih, bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Madah Ekaristi, sol = es, m.7, PS 556

Syair: Lauda Sion, ayat 1-4.5-8 Thomas dari Aquino 1263/64, terj. Komlit KWI 1992
Lagu: Prancis abad ke-12, Graduale Romanum 1974

1. Sion, puji Penyelamat, Sang Pemimpin dan Gembala dalam kidung pujian.
2. Pujilah sekuat hati, kar'na Dia melampaui puji yang kaulambungkan.
3. Hari ini yang tersaji: Roti Hidup yang dipuji, sumber hidup yang kekal.
4. Itulah yang dihidangkan bagi para rasul Tuhan: Tak perlu diragukan.
5. Lihat Roti malaikat, jadi boga peziarah: sungguh itu rotri putra, anjing jangan diberi.
6. Inilah yang dilambangkan waktu Ishak dikurbankan: Domba Paskah disajikan, dan manna dihujankan.
7. Yesus, Roti yang sejati, Kau Gembala murah hati, s'lalu lindungilah kami, dan tunjukkan pada kami bahagia yang kekal.
8. Dikau Allah mahakuasa, bimbing kami, insan fana, undang kami dalam pesta, dan jadikan kami warga umat kudus bahagia. Amin. Alleluya.

Bait Pengantar Injil, do=as, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 6:51, 2/4)
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.
Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:51-58)
"Tubuh-Ku benar-benar makanan, Darah-Ku benar-benar minuman."

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barang-siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, ia akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan

Rekan-rekan yang baik!

Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus tahun A ini dibacakan Yoh 6:51-58. Marilah sekadar kita tengok konteksnya. Dalam Yoh 6:25-58 Yesus memperkenalkan diri sebagai "roti kehidupan", yakni makanan yang memberi hidup. Pengajaran di rumah ibadat di Kapernaum ini mengingatkan pada pokok mengenai "air kehidupan" yang diutarakannya kepada perempuan Samaria (Yoh 4:1-42). Pembicaraan itu memperkaya batin perempuan tadi. Demikian juga, orang-orang Yahudi diajak semakin mengenali siapa Yesus itu sesungguhnya. Dalam bagian pertama pengajarannya, Yoh 6:25-50, Yesus membuat orang-orang itu menengok kepada pengalaman mereka sendiri sambil mendorong mereka agar maju lebih jauh dan mengerti siapa dia yang sudah datang di tengah-tengah mereka. Tetapi mereka tidak memahami dan malah berputar-putar pada gagasan mereka sendiri mengenai siapa Yesus itu. Pembaca akan dapat melihat kesulitan mereka. Dalam bagian kedua, yakni Yoh 6:51-58, Yesus mengajarkan bukan saja bagaimana mengenali dia, melainkan bagaimana menerima dia. Reaksi orang-orang Yahudi yang meragukannya itu dapat menjadi cermin bagi pembaca. Apakah kita lebih condong mengikuti cara berpikir mereka yang membuat mereka tidak memahami Yesus atau lebih terbuka kepada ajakannya.

"DAGING" DAN "DARAH"

Dalam Injil Yohanes, "daging" dipakai untuk membicarakan manusia sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan, tetapi tanpa mengikutsertakan sisi-sisi jahat. Matius, Markus dan Lukas dan juga Paulus memakai kata "tubuh" dengan arti yang sama. (Boleh dicatat, dalam tulisan-tulisan Paulus, "daging" memiliki konotasi buruk, yakni manusia rapuh sejauh dikuasai dosa; untuk pengertian ini Yohanes memakai kata "dunia".) Dalam Pembukaan Injil Yohanes, dikatakan, Sang Sabda menjadi "daging" (Yoh 1:14), artinya Yang Ilahi itu mendatangi dunia dalam ujud manusia biasa, bahkan rapuh. Hanya dengan demikian ia dapat sungguh merasakan kuatnya kuasa yang jahat walaupun ia sendiri tidak kalah dan menjadi bagian dari kuasa itu. Ia menunjukkan bahwa manusia tidak seluruhnya dapat dikuasai yang jahat. Dengan demikian ia dapat menjadi tumpuan harapan orang banyak. Siapa saja yang kemudian mengikutinya dan bersatu dengan dia akan selamat dan mencapai hidup kekal.

Bagaimana dengan "darah"? Dalam cara bicara orang waktu itu, "darah" biasa dipakai untuk menyebut tempat nyawa. Di situlah letak kehidupan Dengan menyerahkan nyawanya - darahnya - bagi orang banyak, Yesus berbagi kehidupan dengan orang banyak pula.

Hidup Yesus berakhir pada kayu salib. Wafatnya menjadi kurban bagi penebusan orang banyak. "Daging" (kerapuhan manusia) dan "darah" (kehidupan) yang menjadi kenampakan Sabda Ilahi itu menjadi jalan penyelamatan. Bergabung dengannya berarti menempuh jalan itu. Inilah yang kemudian dibahasakan dengan siapa saja yang makan dagingnya akan mengambil bagian dalam hidup kekal. Tetapi orang-orang tidak menangkap dan saling mempertengkarkan bagaimana dia bisa memberikan dagingnya untuk dimakan (ay. 52).

Kesulitan memahami kata-kata Yesus itu disampaikan dan dijelaskan dalam petikan ini. Orang-orang sulit menerima pemberian Yesus yang sesungguhnya. Mereka ingin pemberian yang mereka maui, seperti roti atau makanan biasa yang diberikan Yesus kepada orang banyak (Yoh 6:1-14). Yesus sendiri berkata bahwa mereka mencari dia karena telah makan roti dan kenyang dan bukan karena mereka melihat dan mengerti tanda-tanda, termasuk tanda roti tadi (Yoh 6:26). Orang-orang itu tak memahami bahwa pemberian roti kepada orang banyak itu tanda bagi pemberian yang datang dari dalam diri Yesus sendiri, yakni pengorbanan diri bagi mereka. Kisah ini dapat membantu kita melihat kerugian memahami Yesus dari segi "kegunaan" belaka: mengenyangkan tapi kemudian akan lapar lagi, memuaskan keinginan mengalami mukjizat, tapi setelah itu keadaan akan menjadi biasa kembali.
ROTI KEHIDUPAN - EKARISTI

Apa yang hendak disampaikan Yesus? Bukan hanya roti yang mengenyangkan secara badaniah dan membuat orang melihat Yesus sebagai "nabi" (Yoh 6:14) yang patut diangkat menjadi pemimpin, bahkan raja (6:15). Yesus malah menghindari harapan seperti itu. Orang-orang Yahudi berpikir apakah Yesus itu Musa yang baru (bdk. Yoh 6:30-31) tokoh yang membuat orang menemukan makanan harian atau manna yang diberikan Tuhan sampai mereka memasuki Tanah Terjanji (Kel 16). Tetapi Yesus mengajak orang agar melihat bahwa yang memberi makanan dari langit itu ialah Bapanya. Lebih lanjut lagi, sekarang ini dirinyalah roti yang turun dari surga itu. Menerima dia, mempercayainya, akan membuat mereka mendapatkan roti yang memberi hidup (Yoh 6:32-40).

Orang-orang malah semakin tidak bisa melihat siapa Yesus itu. Mereka hanya bisa melihat dia sebagai anak Yusuf yang mereka kenal dari dulu (Yoh 6:42). Kepekaan batin mereka tidak berkembang. Mereka hanya mau memandanginya dengan ukuran-ukuran yang membuat mereka merasa aman: nabi, pemimpin tipe Musa, zaman kebesaran dulu, dan ketika ia mengajak mereka menengok ke arah yang lebih dalam, mereka malah berkata, lho, ini kan anak Pak Yusuf itu, mana bisa jadi pimpinan seperti kita gambarkan tadi? Kepada pembaca Injil Yohanes disodorkan ketidakpahaman orang-orang yang sudah sedemikian dekat dengan sang roti kehidupan itu sendiri. Apakah kita seperti mereka?

WARTA Yoh 6:51-58 BAGI GEREJA
Yohanes memakai pengertian "daging" (dan bukan "tubuh" seperti Injil Sinoptik dan Paulus) untuk lebih membuat kita mengerti kesamaan antara Yesus yang sedang berbicara itu dengan yang diwartakan pada awal Injil: "Dan sang Sabda itu telah menjadi manusia, harfiahnya "daging", dan tinggal di antara kita..." (Yoh 1:14). Gereja sebagai komunitas orang beriman percaya bahwa Yesus itu ada di tengah-tengah mereka dan menghayatinya dalam bentuk ekaristi.

Yesus itu pemberian dari surga yang membawakan hidup ke dunia. Dan pemberian ini lebih luas kehidupan biasa yang beriramakan lapar, kenyang, lapar lagi, melainkan yang membawa ke kehidupan yang tak lagi dibawahkan pada perputaran itu. Bagaimana kenyataannya, tidak dikatakan dengan jelas, dan justru sulit diperkatakan. Hanya dapat dipahami dengan menghayatinya. Inilah cara berbagi hidup kekal dengannya seperti terungkap dalam Yoh 6:51 dan 58. Iman akan ekaristi menjadi cara Gereja menerima kebenaran warta Yesus itu. Sikap orang beriman berkebalikan dengan sikap mereka yang mempertanyakan bagaimana itu mungkin (ay. 52).

Mereka yang mengikuti Yesus dihimbau agar terus berusaha memberi isi nyata pada apa itu berbagi kehidupan surgawi, apa itu mengarah ke hidup kekal, menemukan roti kehidupan yang sesungguhnya di dalam hidup sehari-hari. Ini iman yang mengangkat kesehari-harian menjadi yang makin dekat ke kehadiran ilahi. Ada ajakan untuk mengusahakan agar kenyataan rohani itu berdampak pada kenyataan sehari-hari juga. Tidak disangkal adanya ketimpangan di kalangan pengikut Yesus sendiri. Ini kelemahan mereka. Tapi justru dengan menyadari sisi-sisi yang manusiawi itu orang beriman semakin dapat berharap bersatu dengan kurban persembahan Yesus sendiri. Itulah makna pernyataan "siapa yang makan dagingnya dan minum darahnya akan tinggal dalam aku dan aku dalam dia" (Yoh 6:56). Dan kurban bersama ini menyelamatkan dunia. Dalam arti ini ekaristi ialah bentuk nyata ikut serta dalam kurban penebusan tadi.

EKARISTI DAN HIDUP SEHARI-HARI

Apakah menyambut komuni sama dengan kepercayaan itu? Kalau begitu kok orang tidak jadi makin baik. Di lingkungan keagamaan mungkin semuanya baik-baik, tapi di luar di dalam hidup sehari-hari tingkah lakunya lain. Kenyataan ini memang sering kita lihat. Namun demikian, acap kali kita terlalu memandang ekaristi sebagai obat kuat rohani atau jamu kelakuan baik. Pandangan seperti itu malah menjauhkan kita dari nilai ekaristi yang sesungguhnya Mengapa? Ekaristi itu sakramen yang menghadirkan kenyataan rohani dalam diri kita. Tetapi kehadiran ini perlu diberi ruang dalam kehidupan sehari-hari pula. Lalu, bila begitu apa bedanya dengan orang yang tidak kenal akan ekaristi tapi toh berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. Tidak bisa kita hadapkan dua perkara ini begitu saja. Tiap orang dapat berlaku baik, dengan atau tanpa ekaristi. Dan memang manusia memiliki bakat berbuat baik. Tapi orang yang percaya akan kekuatan ekaristi akan semakin melihat dan mengakui bahwa kemampuan berbuat baik serta keberanian untuk menjadi makin manusiawi dan makin lurus itu datang dari atas sana. Bukan dari kekuatan manusiawi sendiri. Bagi orang yang percaya, kemampuan berbuat baik itu anugerah ilahi. Dan anugerah inilah yang ditandai dengan ekaristi. Dalam arti inilah ekaristi membuat kita semakin dekat dengan kehidupan Yang Ilahi sendiri.

Salam hangat,
A. Gianto
Sabtu, 25 Juni 2011
Hari Biasa Pekan XII

"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. (Mat 8:17)

Doa Renungan


Allah Bapa yang mahapengasih, kami bersyukur kepada-Mu, karena kami telah menyaksikan, betapa besar perhatian dan kasih sayang-Mu kepada kami, dalam diri Yesus, Putra-Mu terkasih. Kami mohon, semoga seluruh dunia menyaksikan pula daya penyembuhan Roh-Nya, sehingga Engkau menjadi segalanya bagi semua orang kini dan selama-lamanya. Amin.

Pembacaan dari Kitab Kejadian (18:1-15)


"Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan? Aku akan kembali kepadamu, dan Sara akan mempunyai anak laki-laki."

Sekali peristiwa, Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini. Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu." Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi Tuhan berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya
Ayat. (Mzm 1:46-47.48-49.50.53.54-55)

1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
2. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.
3. Kasih sayang-Nya turun temurun kepada orang yang takwa. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.
4. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:5-17)
"Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub."

Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Dari balik jendela markas BEM, Arnold tersenyum bangga melihat teman-temannya dengan antusias tengah menggembleng para mahasiswa baru di aula. Dia teringat betapa sulitnya dulu dia menjaring dan mengajak teman-teman untuk menjadi panitia MABA. Padahal pendekatan personal sudah dilakukan, termasuk minta tolong rekan-rekan cewek untuk merayu mereka. Namun, cukup banyak yang menolak karena tidak ingin liburannya berkurang.

Arnold sempat khawatir juga bila personel panitianya minim karena MABA kali ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Dia pun menyampaikan kesulitannya kepada Pak Anton, Pembantu Ketua II Urusan kemahasiswaan, yang sekaligus dosen yang mengampu beberapa mata kuliah. Begitu Pak Anton sendiri yang mengirim SMS atau meminta langsung, mereka pun "terpaksa" menyanggupi.

Situasi di atas mirip dengan perintah dalam dunia militer yang menerapkan sistem komando. Hal ini bukan dimotivasi oleh keterpaksaan ataupun iming-iming nilai, melainkan loyalitas bawahan terhadap pimpinannya. Inilah yang dijadikan pijakan bagi si perwira Romawi saat meminta Yesus yang diyakininya mempunyai kuasa yang hebat. Dia saja sanggup memerintahkan memerintahkan prajuritnya akan segala hal yang dikehendakinya; apalagi Yesus yang berkuasa atas penyakit dan roh-roh jahat. Bagi perwira ini, tak perlu Yesus datang ke rumahnya. Apalagi orang Yahudi biasanya merasa najis bertemu di rumah orang kafir. Cukuplah bila Yesus bersabda sepatah kata. Cukuplah dengan kirim SMS "Sembuh!" atau "Oke!", dan terjadilah demikian.

Bila perwira Romawi ini demikian percaya pada kuasa Kristus, bagaimana dengan kita? Apakah kita masih meragukannya? Atau kita masih kerap bercabang hati, dengan menyimpan jimat-jimat, atau lari ke "orang pintar"?

Tuhan, aku percaya akan dahsyatnya kuasa-Mu. Kuhunjukkan persoalanku, maka jamah dan buatlah persoalanku itu terselesaikan dengan baik. Amin

Selasa, 21 Juni 2011

Rabu, 22 Juni 2011Hari Biasa Pekan XII
Berserah adalah penawar unggul terhadap penderitaan dan kemalangan, yang akan berubah menjadi sumber penghiburan, jika dipandang dalam terang kehendak ilahi (St. Paulus dari Salib)
Antifon Pembuka

Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara para bangsa!


Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur atas perlindungan-Mu sepanjang malam yang telah lewat dan atas sabda yang Kausediakan bagi kami hari ini, yakni janji Allah yang selalu Engkau tepati. Tambahkanlah iman kami agar kami dapat melihat karya-Mu yang mengagumkan dalam keterbatasan kami. Amin.

Abraham adalah bapa semua orang beriman. Ia menjadi bapa secara rohani bagi semua orang yang percaya kepada Allah. Ia percaya akan apa yang difirmankan Tuhan kepadanya. Cara beriman kita mestinya seperti iman Abraham ini.

Pembacaan dari Kitab Kejadian (15:1-12.17-18)

"Abram percaya kepada Tuhan dan hal ini diperhitungkan sebagai kebenaran. Dan Tuhan mengikat perjanjian dengan dia."

Pada suatu ketika datanglah sabda Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan, “Janganlah takut Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku? Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak, dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Lagi kata Abram, “Engkau tidak memberi aku keturunan, sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku.” Tetapi datanglah sabda Tuhan kepadanya demikian, “Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu!” Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta bersabda, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat!” Maka sabda-Nya kepada Abram, “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu Abram percaya kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Tuhan bersabda lagi kepada Abram, “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim guna memberimu negeri ini menjadi milikmu.” Tetapi Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?” Sabda Tuhan kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Abram mengambil semuanya itu, membelahnya menjadi dua lalu diletakkannya belahan-belahan itu berdampingan, tetapi burung-burung itu tidak ia belah. Ketika burung-burung buas hinggap di atas daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta bersabda, “Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
atau Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.

Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9)

1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya; Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 15:4)
Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan; barangsiapa tinggal dalam Aku, akan menghasilkan banyak buah.

Setiap pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. “Maka, apabila kita ingat akan perbuatan baik Allah di dalam kehidupan kita dan di dalam kehidupan para kudus, kita dapat melihat di dalamnya suatu jaminan, bahwa rahmat sedang bekerja di dalam kita” (Katekismus Gereja Katolik, 2005)

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:15-20)

"Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."

Dalam kotbah di bukit Yesus berkata, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari rumput duri? Camkanlah setiap pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Godaan dalam kehidupan kita dapat mengambil rupa apa pun, mulai dari hal suci yang baik maupun yang buruk. Biasanya godaan itu sifatnya enak, nyaman dan menguntungkan diri sendiri. Hari ini Yesus mengingatkan kita agar selalu berhati-hati terhadap sesuatu yang dapat menyesatkan kita. Tidak hanya dibutuhkan iman untuk mengatasi godaan-godaan yang ada tetapi juga tindakan nyata untuk menolaknya. Godaan dalam hal apa yang sering dihadapi? Lalu bagaimana mengatasinya?

Doa Malam

Terima kasih Yesus, atas peringatan-Mu, agar aku tetap waspada dalam menerima berbagai pengajaran. Tuntunlah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu menjadikan firman-Mu sebagai pegangan hidupku dan menemukan kebenaran-Mu dalam hidup ini. Amin.


Selasa, 21 Juni 2011
Pw. St. Aloysius Gonzaga

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 7:12)


Doa Renungan
Allah Bapa yang maha penyayang, kami bersyukur, masih Kauperkenankan hidup, karena Kausayangi dan Kaupelihara dengan penuh perhatian. Kami mohon semoga kehadiran kami di tengah masyarakat menguntungkan sesama dan menggairahkan cinta kasih dalam pergaulan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Kejadian (13:2.15-18)

"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, sebab kita ini kerabat!"

Abram itu seorang yang sangat kaya. Ia memiliki banyak ternak, perak, dan emas. Juka Lot yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu serta kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antar para gembara Abram dan Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot, "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, antara para gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untukmu? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku: jika engkau ke kiri aku ke kanan, jika engkau ke kanan maka aku ke kiri." Lalu Lot melayangkan pandangannya, dan dilihatnyalah bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesirm sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu; lalu ia berangkat ke timur dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Setelah Lot berpisah dari Abram, bersabdalah Tuhan kepada Abram, "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan ke barat, utara, dan selatan. Seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadi keturunanmu banyak seperti debu tanah. Sebagaimana debu tanah tak dapat dihitung, demikian pun keturunanmu tak terhitung banyaknya. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." Sesudah itu, Abram memindahkan kemahnya dan ia menetap di dekat pohon-pohon Tarbantin di Mamre, dekat Hebron. Lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = f, 3/4, PS 848
Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
Ayat.
(Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5)
1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
3. Yang tidak meminjamkan uangdengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:6.12-14)
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, "Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi, sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan dan sedikitlah orang yang menemukannya."
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Banyak orang memiliki sifat tidak puas. Cerita tentang pemuda pemecah batu menunjukkan hal itu. Pemecah batu itu kerja berat, tetapi penghasilannya sedikit, hanya bisa sekedar untuk bertahan hidup. Ia ingin memiliki rumah dan mobil seperti orang kaya. Jadilah ia orang kaya. Melihat raja lewat dan dihormati banyak orang, ia ingin menjadi raja. Raja itu kepanasan karena sina matahari; ia ingin menjadi matahari. Matahari itu kalah tertutup awan, ia ingin menjadi awan. Awan itu menjadi hujan agar airnya bisa memecahkan batu-batu di gunung dan sungai, namun tak berhasil. Akhirnya ia melihat tukang batu yang dengan mudah memecahkan batu-batu menurut yang dikehendakinya, maka ia kembali menjadi tukang pemecah batu.

Sebagai orang muda, Aloysius melawan arus keinginan yang tidak habis-habisnya di kalangan militer dan bangsawan. Hidup moral mereka bobrok, sangat mementingkan kekayaan dan kenikmatan yang tidak ada habis-habisnya. Ketika masih umur 16 tahun, sesudah sekian lama diajak ayahnya berkiprah di kalangan militer dan bangsawan, akhirnya ditinggalkannya seluruh kekayaan keluarga dan kedudukan ayahnya sebagai penguasa militer. Ia memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Yesuit. Ia ditolak karena terlalu muda, sampai akhirnya umurnya mencukupi. Di Roma ia menemukan makna hidupnya: "Di sinilah tempat ketenanganku, di sinilah aku ingin menetap."

Ketika terjadi serangan wabah pes, ia tidak segan-segan ikut terjun membantu para penderita. Namun, pada usianya yang masih sangat muda 23 tahun, ia ikut terkena wabah itu dan meninggal. Jalan hidupnya singkat, namun penuh makna, itulah yang lebih berarti bagi Tuhan. Patutlah kalau ia dikatakan sebagai orang menjalani panggilan secara khusus dan memang hanya sedikit saja orang yang menempuh jalan itu. Seperti dikatakan dalam Injil: "karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." (Mat 7:14)

Tuhan, indah sekali ajaran kasih-Mu ini; bantu aku untuk menghayatinya dengan mendahului berbuat baik pada semua orang yang kujumpai hari ini.

Jumat, 17 Juni 2011

Sabtu, 18 Juni 2011
Hari Biasa Pekan XI

"Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat 6:34)


Doa Renungan


Allah Bapa yang mahabaik, baharuilah selalu diri kami berkat Roh Kudus yang Kaucurahkan. Berilah kami rahmat untuk menerima kehadiran Putra-Mu dalam hidup kami sehingga dapat meneladan Dia dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dlam hidup. Dengan demikian menjadi nyata bahwa kami adalah murid Yesus Kristus Putera-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Pembacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:1-10)

"Aku suka bermegah atas kelemahanku."
Saudara-saudara, aku harus bermegah, sekalipun hal ini memang tidak ada faedahnya. Namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen, empat belas tahun yang lalu, entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allahlah yang tahu orang itu tiba-tiba diangkat ke surga, ke tingkat yang ketiga. Aku juga tahu tentang orang itu ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menilai aku lebih daripada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Saudara-saudara, agar aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, aku diberi suatu duri dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, agar aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 3/4, PS 857
Ref. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan.
Ayat.
(Mzm 34:8-9.10-11.12-13)
1. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
2. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orangnya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak kekurangan suatu pun.
3. Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu! Siapakah yang menyukai hidup? Siapakah yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2 Kor 8:9)
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (6:24-34)
"Jangan khawatir akan hari esok."

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di lading, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di lading, yang hari ini ada dan esok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makn? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Dalam kondisi zaman yang seperti ini, wajar sebuah kekuatiran terbersit dalam hati manusia. Tetapi Tuhan ingin memberitahukan hal penting melalui Firman hari ini, bahwa kekuatiran sering 'memacet'kan otak kita untuk melihat hal-hal lain yang lebih besar dari yang kita kuatirkan. Akibatnya anggota-anggota tubuh kita yang lain pun ikut 'macet' dan tidak berfungsi secara optimal sebagaimana layaknya, maka akibat yang lebih besar lagi, kita tidak dapat menemukan kesempatan yang disediakan Allah untuk kita.

Sering kekuatiran akibat tekanan hidup yang berat membuat kita lupa akan kemahakuasaan Allah, menggoyahkan iman kita akan Allah. Janji-janji Allah yang diucapkan pada Firman hari ini, tidak lagi berarti untuk kita. Padahal kalau kita mau membuka 'mata', membuka 'hati', betapa 'kaya'nya alam ciptaan-Nya, Dia tidak mungkin menciptakan makhluk hidup tanpa menyediakan lahan berkat untuk di'garap'. Masih banyak kesempatan dan berkat yang Dia sediakan untuk kita, tinggal bagaimana kita dimampukan untuk melihat dan menggarapnya.


Ya Allah Bapa di Surga, terima kasih untuk janji-Mu dalam Firman-Mu hari ini, bahwa Engkau mengetahui dan menyediakan apa yang aku butuhkan dalam hidup ini. Ajarilah aku untuk percaya dan berpegang teguh pada janji dan kegenapan-Mu. Amin.