Maria Ratu Damai

Maria Ratu Damai

Sabtu, 13 Juli 2019

Pesta Pelindung Paroki Ratu Damai Dengan Babe

Sekitar lima ratusan warga sekitar Gereja Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung banjiri "Bazar Babe" di pelataran gereja setempat, Minggu, 19 Mei 2019. Foto : Romo Roy
Dalam rangka Pesta Pelindung Paroki Sie. Sosial mendayagunakan barang barang bekas (BABE) berupa : alat – alat elektronik, jam tangan, sepatu, tas, jaket, perabotan rumah tangga, mainan anak–anak, sepeda, dan buku cerita. Barang tersebut akan dicek kelayakannya dan dikemas ulang agar lebih menarik dan bisa dijual dengan harga sangat terjangkau. Hasil penjualan digunakan untuk pembangunan Rumah Retret Keuskupan di Pinang Jaya. 

Info dan Kontak person : Tienny : 0811791883, Herry: 085269238333, Ina: 08157903965.

PENDAFTARAN MISDINAR

Romo Apol bersama misdinar.
Dibuka pendaftaran anggota misdinar baru.  

Syaratnya: Sudah menerima Komuni Pertama dan warga

Paroki Ratu Damai, Teluk Betung. 

Informasi & Pendaftaran. Di depan gereja.

Kehadiran Allah Dalam Sesama

Romo Apol pada kegaitan “Seminar Hidup Baru Dalam Roh” belum lama ini di Ngison Nando, Kalianda, Lampung Selatan. 
Banyak orang datang silih berganti dalam hari-hari hidup kita. Ada yang membawa kegembiraan, keceriaan, kedamaian. Ada pula yang membawa kesedihan, kekecewaan, kemarahan. Namun, banyak yang hanya numpang lewat. Siapakah di antara mereka yang menjadi sesama kita? Atau, sudahkah kita menjadi sesama bagi mereka?

Ketika sedang menghadapi masalah yang berat, tiba-tiba seorang teman lama menelpon dan menanyakan kabar kita. Dia datang membawa penyelesaian bagi masalah yang dihadapi. Ketika sedih, seseorang yang tidak dikenal mendekati dan menunjukkan empati serta memberikan hiburan. Atau, ketika kita didorong untuk memberikan sepotong roti kepada seseorang yang duduk di bangku di pinggir jalan, ternyata dia sudah tiga hari tidak makan. Masih banyak lagi peristiwa yang kita alami yang menunjukkan kasih Allah yang bekerja dalam hidup kita.

Allah yang Maharahim dan penuh belaskasih, mau menyatakan kehadiran-Nya di dunia ini. Dia selalu mau menyapa siapa saja yang hatinya terbuka untuk menerima kasih-Nya. Allah rindu untuk memakai setiap orang menjadi saluran kasih dan kerahiman-Nya. Ia ingin agar kita menjadi sesama bagi orang yang kita jumpai. Allah memanggil kita untuk menampakkan belaskasih dan kerahiman-Nya di dunia ini.

Adakah tempat di hati Anda untuk belaskasih dan kerahiman Tuhan? Bila ada, bukalah hati Anda dan biarkanlah Tuhan membuat dirimu menjadi sesama bagi orang lain.***(Frater-Frater Seminari Tinggi St. Petrus – Lentera Batin).

Keluarga dan Lingkungan

Romo Apol. (Foto : dr. Djoni)
Oleh : RD. Apolonius Basuki

Saya pernah mendengarkan cerita seorang ketua lingkungan yang merasa bahagia karena semenjak lingkungannya dimekarkan menjadi 2 lingkungan oleh romo parokinya, umatnya banyak yang aktif dan mau mengambil bagian dalam kehidupan lingkungan dan paroki. Dahulu ketika masih 1 lingkungan dengan jumlah 100 Kepala keluarga, banyak umat yang pasif, tidak terlibat di lingkungan, bahkan ketika rumahnya menjadi tempat doa lingkungan, mereka tidak mau dengan alasan malu karena rumahnya kecil.

Ketua lingkungan tersebut sungguh menjadi gembala bagi lingkungannya dan bersama romo parokinya berencana 3 tahun lagi akan memekarkan lingkungannya menjadi 2 lingkungan agar lingkungannya terdiri dari 25 Kepala keluarga sehingga semakin banyak lagi umat yang berpartisipasi aktif dalam kehidupan lingkungan dan paroki. Beberapa kesulitan tentu sudah di depan mata. Misalnya, siapa yang mau menjadi ketua lingkungan, bendahara, sekretaris, dan seksi - seksi serta batas – batas geografinya.

Paroki teritorial berdasarkan pada wilayah geografi baik gerejani ataupun sipil.Dalam paroki pada umumnya adastasi, dalam stasi adalingkungan. Dan lingkungan terdiri dari beberapa kepala keluarga. Kepala Keluarga bersama anggotanya membentuk lingkungan, yang anggota – anggotanya saling penuh kasih persuadaraan, mendukung, dan menguatkan dalam kebersamaan sebagai orang beriman dan sesama manusia.

Lingkungan yang ideal menurut saya terdiri dari 15 – 30 Kepala keluarga. Meskipun sedikit tetapi anggota – nggotanya aktif dan kreatif untuk memajukan lingkungannya. Kalau ada lingkungan yang terdiri dari lebih 100 kepala keluargaakan mengalami kesulitan kalau ada doa atau kegiatan lingkungan yang diadakan dari rumah ke rumah.Misalnya, ada anggota lingkungan yang rumahnya tidak bisa menampung jumlah semua anggota lingkungannya.

Lingkungan yang banyak kepala keluarga kadang sulit dimekarkan menjadi lingkungan baru dengan berbagai alasan. Misalnya sudah terlanjur akrab, tetapi menurut saya akar persoalannya adalah adanya orang yang ingin bercokol menjadi ketua lingkungan seumur hidup dan umatnya sendirisangat malas dan pasif, tidak mau belajar, bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Sebenarnya dimana ada kemauan, di situ ada jalan.

Ketua Lingkungan mestinya mau diganti tidak menjabat 3 periode berturut – turut, seperti seorang ayah atau ibu dalam keluarga yang baik akan bangga kalau anak – anaknya berprestasi, bertanggung jawab, mandiri, dan dewasa. Begitu pun ketua lingkungan kalau ada anggota jemaatnya yang menggantikannya dan berprestasi ikut bangga dan berbahagia, tidak merasa terancamdan minder. Kita diajak untuk membuka diri untuk pertumbuhan dan kebaikan bersama. Jangan menjadi manusia yang tertutup dan nyaman dalam kemapanan.

Keluarga katolik dipanggil untuk hidup mengereja, salah satunya terlibat aktif dalam kehidupan lingkungan, baik lingkungan Gereja atau pun masyarakat. Keluarga dan Lingkungan bagaikan dua sisi mata uang. Tidak ada lingkungan tanpa keluarga, tidak ada keluarga tanpa lingkungan.Kalau setiap lingkungan terdiri dari keluarga yang baik, aktif, dan rukun maka hal tersebut berdampak pada lingkungan Gereja dan masyarakat.***

Senin, 18 Februari 2019

Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung dan Yayasan Insan Damai Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Bakti sosial berupa donor darah di Gereja Paroki Maria Ratu Damai Bandar Lampung di halaman parkir GSG setempat, 

RATUDAMAI.BLOGSPOT.com – Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung dan Yayasan Insan Damai adakan bakti sosial berupa donor darah. Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Santa Anna Bandar Lampung turut digandeng pada aksi kemanusian tersebut.

Bakti sosial berupa donor darah ini berlangsung di dua tempat sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yakni : di Gereja Maria Ratu Damai Teluk Betung dan Gereja Santo Petrus Panjang. Bakti sosial masing-masing diadakan di halaman gereja setempat.

“Kita ada adakan dua tempat sekaligus karena waktu startnya terlambat di Teluk dan di Panjang,” jelas Ketua Yayasan Insan Damai, Adreanus Budi Jaya di Bandar Lampung, Senin, 18 Februari 2019, seperti dikutip dari suarawajarfm.com.

Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki turut mendonorkan darahnya pada bakti sosial tersebut.
Menurut Budi Jaya, dari dua kegiatan donor darah di dua tempat tersebut berhasil terkumpul 261 kantong darah. “Peminat yang daftar di Teluk 190-an yang berhasil diambil 159 kantong. Kemudian untuk peminat yang daftar di Panjang 200-an yang berhasil diambil 102 kantong,” jelasnya.

Ketua Yayasan Insan Damai mengatakan dengan diadakan kegiatan donor darah, diharap mampu menggugah masyarakat, khususnya umat Katolik di Paroki Maria Ratu Damai untuk selalu berbagi.

“Agar lingkungan kita semakin menyadari bahwa donor darah itu banyak berguna bagi kita dan orang lain. Selain itu, agar di lingkungan kita khususnya daerah Stasi Teluk dan Panjang mudah mendapatkan permintaan darah jika membutuhkan,” pungkasnya.

Budi Jaya menginformasikan bagi umat Katolik khususnya yang berdomisili di Paroki Maria Ratu Damai jika membutuhkan darah bisa dengan gratis mendapatkan di PMI dengan mengatasnamakan Yayasan Insan Damai.

“Yayasan sudah terdaftar di PMI sebagai penyelenggara donor darah di awal tahun 2018. Jadi jika ada yang membutuhkan darah di lingkungan kita dengan mengatasnamakan yayasan (Insan Damai) akan bebas biaya,” tutup Budi Jaya.

Nampak terlihat, tidak hanya umat Katolik yang berpartisipasi pada bakti sosial ini, terlihat juga banyak masyakat umum turut mendonorkan darahnya di Panjang, Bandar Lampung.
Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki mengatakan kegiatan donor darah adalah kegiatan sosial kemanusian yang juga sebagai ungkapan iman.

“Kita tahu darah adalah bagian sangat penting bagi kehidupan manusia. Harapan saya semoga kerjasama tersebut bisa terus dilanjutkan dan semakin banyak orang terlibat,” kata Romo Apol singkat saat dihubungi terpisah di Bandar Lampung, Senin, 18 Februari 2019.

Asal tahu saja, tidak hanya umat Katolik yang berpartisipasi pada bakti sosial ini, terlihat juga banyak masyakat umum turut mendonorkan darahnya.

Nampak turut mendonorkan darahnya, presenter TvOne, Brigita Manohara yang juga calon anggota DPR RI daerah pemilihan Lampung 1 dari PDI Perjuangan.***

Editor : Robert 


Kamis, 31 Januari 2019

124 Peserta Belajar Bersama Tentang Pekan Suci di Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung

Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung, RD Apolonius Basuki saat mendampingi peserta.

RATUDAMAI.BLOGSPOT.Com – 124 peserta antusias mengikuti kegiatan yang diberi judul “Belajar Bersama Tentang Pekan Suci” di Gedung Serba Guna Maria Ratu Damai, Teluk Betung, Bandar Lampung pada Minggu, 27 Januari 2019.

Peserta terdiri dari utusan lingkungan stasi Telukbetung dan Panjang berupa petugas-petugas liturgi, ketua lingkungan dan umat pemerhati liturgi.

Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung, RD Apolonius Basuki berpesan pada peserta untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti acara.

“Bertanyalah dengan pertanyaan yang cerdas, jangan bodoh, maksudnya fokus pada materi. Karena materi yang akan dibahas adalah inti sumber iman kita yaitu sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus. Dari situlah mengalir liturgi harian, pesta dan perayaan terutama liturgi hari Minggu,” katanya saat membuka acara.

Romo Apol berharap seusai mengikuti acara ini, para peserta dapat benar-benar menghayati perayaan liturgi.

“Saya menunggu buah-buahnya dalam perayaan liturgi dan berharap liturgi sungguh-sungguh perayaan, bukan beban yang harus diatur begini begitu tetapi sebuah kegembiraan. Liturgi adalah doa kita yang paling agung,” pungkasnya.

Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Tanjungkarang RD Petrus Tripomo (kiri)
Sementara itu narasumber utama pada acara Belajar Bersama Tentang Pekan Suci, RD Petrus Tripomo mengatakan kegiatan ini diadakan agar umat dapat lebih memahami dan menghayati misteri penebusan yang setiap tahun dirayakan.

Lulusan Institut Pontifical San Anselmo di Roma, Italia ini mengajak peserta untuk belajar dari buku Perayaan Paskah dan Persiapannya atau Litterae Circulares De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis.

“Kita akan belajar bersama melalui buku ini, yang mana berisi tentang persiapan dan perayaan dari Masa Prapaskah sampai Masa Paskah,” kata Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Tanjungkarang ini saat memulai pemaparan materi.

Para peserta "Belajar Bersama Tentang Pekan Suci”
Para peserta mengikuti pertemuan ini dengan antusias. Pertanyaan-pertanyan seputar materi silih berganti dilontarkan. Keberagaman kelompok umur menambah semarak pertemuan, bukan hanya kaum dewasa saja tetapi kaum muda dan bahkan remaja dengan setia mengikuti sampai akhir kegiatan.

Banyak hal-hal yang dapat dipelajari dan dimengerti atau bahkan baru tahu, misalnya: Pada Minggu Prapaskah I lagu pembuka dapat diganti dengan Litani Para Kudus atau nantinya sebutan Masa Prapaskah akan menjadi Masa empat puluh hari.

Salah satu peserta, St. Hadi Atmaja, berharap agar kegiatan yang mempelajari seputar liturgi dapat dilanjutkan pada kemudian hari.
 
“Dengan belajar liturgi adalah cara kami untuk mengenal Kristus secara lebih mendalam dan mengarahkan umat untuk menjadi orang katolik yang militan,” kata Hadi yang juga merupakan Ketua Stasi Panjang ini.

Dari stasi Panjang menurut Hadi, mengutus banyak kaum muda, dengan harapan dapat ber-litugi dengan baik sedini mungkin dan menerapkannya dalam perayaan Ekaristi.

“Sehingga harapan besarnya dapat terwujud puncak dan sumber hidup kaum muda,” tutup Hadi.***

Penulis : Ancilla Cucu Lukman Ali

Editor   : Robert

Jumat, 18 Januari 2019

Romo Apol : Generasi Hebat Adalah Generasi Yang Beriman dan Menjadi Manusia Dewasa


Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki 
PAROKI MARIA RATU DAMAI TELUK BETUNG – Bina Iman Anak (BIA) Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 pada Minggu, 13 Januari 2019.  

Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki mengatakan dalam rangka merayakan Natal juga merayakan tahun buah bungaran dan persembahan anak sulung, kita diajak memperlakukan anak-anak bagaikan anak sulung.

“Kita juga diajak mempersiapkan generasi hebat dari keluarga hebat. Generasi hebat adalah generasi yang beriman dan menjadi manusia dewasa,” kata Romo Apol – panggilan akrab RD Apolonius Basuki, saat dihubungi terpisah pada Jumat, 18 Januari 2019.

Salah satu caranya lanjut Romo Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung ini, adalah dengan perayaan Natal khusus anak-anak.

“Selama tahun persambahan anak sulung ini saya berjanji tidak akan marah ama anak anak. Kita tidak boleh membuat anak anak terluka karena perlakuan kita. Dan fokus pastoral kita adalah lebih memperhatikan anak-anak dari Sekolah Minggu, Bina Iman Anak Remaja dan OMK,” pungkas Romo Apol.

Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki bersama anak-anak BIA dan panitia usai perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Minggu, 13 Januari 2019.
Sebagaimana diketahui, perayaan Natal dan Tahun Baru 2019  BIA dimulai pada pukul 08.30 WIB di GSG lantai 2 Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, Bandar Lampung pada Minggu, 13 Januari 2019.

Seperti dikutip dari Suarawajarfm.com, perayaan dibuka dengan doa oleh Pendamping BIA, Sr. Hedwigis, HK. Menyanyikan lagu-lagu Natal secara bersama-sama mendominasi perayaan Natal ini. Acara juga diisi oleh penampilan yang menghibur seperti musikalisasi puisi, persembahan pujian, dancing, serta drama Natal.

Panitia Perayaan Natal dan Tabun Baru 2019 BIA Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, Bandar Lampung.

"Natal merupakan momen penting karena kita menyambut kelahiran Yesus Kristus sehingga kita perlu merayakannya dengan penuh sukacita," kata Koordinator BIA Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, Maria Yoseva Sihotang.***

Penulis : Onisa Nainggolan

Editor    : Robert